| Geoscanner Untuk Mencari Sumber Air Tanah |
|
|
|
| Minggu, 25 Januari 2009 08:20 | |||
|
Judul Kasus
Geoscanner Untuk Mencari Sumber Air Tanah Nama Penulis Endah Dewi Nurahmani Direktorat Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karya Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya Gedung Dep. PU Ditjen Cipta Karya Lt. 8 Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru Jakarta 12110 IWRM Tools: A.3.c. Peran sektor swasta B.2.3. Berbagi (Alih) ilmu pengetahuan Latar Belakang: Dengan semakin sulitnya keberadaan air bersih di Indonesia maka diperlukan teknik pencarian air tanah dengan menggunakan alat geocanner, oleh karena itu melalui tulisan ini diharapkan dapat memberi pemahaman yang jelas mengenai manfaat geoscanner. Deskripsi: GeoScanner adalah suatu metoda untuk mengetahui susunan, kedalaman, dan penyebaran lapisan bawah pemukaan berdasarkan harga tahanan jenis (resistivity). Prinsip metode ini didasarkan pada sifat-sifat kelistrikan batuan. Metode ini akan lebih praktis dan ekonomis dibandingkan metoda boring. Geoscanner berfungsi untuk memperbanyak jumlah elektroda yang dihubungkan ke geolistrik 2 D. Kelebihan geoscanner yaitu jumlah data lapisan tanah yang diperoleh lebih banyak, lebih dalam (sampai 300 m), lebih detil, lebih cepat, lebih akurat, sehingga sangat efisien (dari segi waktu dan biaya) jika dibandingkan dengan melakukan trial boring test berkali-kali dengan kesalahan interpretasi & interpolasi yang cukup besar. Sedangkan manfaatnya adalah:
Untuk memberikan pemahaman yang jelas mengenai manfaat dan kegunaan geoscanner sehingga diharapkan dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan pencarian keterdapatannya air bersih di daerah tertentu. Pelajaran yang diperoleh: Aplikasi Geolistrik dengan geoscanner dapat digunakan untuk eksplorasi air bawah tanah, sungai bawah tanah, paleo valley, rembesan air waduk, kebocoran pipa air, intrusi air dll, juga efektif untuk mengetahui besarnya cadangan air tanah (penyebaran air tanah, ketebalan akuifer dan volume air tanah serta kedalaman). Metode ini akan lebih praktis dan ekonomis dibandingkan metoda boring. Pentingnya kasus ini untuk IWRM: Dengan menggunakan geoscanner dalam teknik pencarian air tanah maka akan meningkatkan peran sektor swasta, selain itu juga untuk berbagi (Alih) ilmu pengetahuan.
|
|||
| LAST_UPDATED2 |
More articles :
» Pemkot Tangerang Atasi Banjir Bangun Sumur Bioretensi
Pemerintah Kota Tangerang, Banten, berupaya mengatasi banjir yang setiap tahun melanda wilayah ini akibat kurangnya areal resapan air sehingga membangun sejumlah sumur bioretensi.
» Sulitkah Menemukan Planet Baru
Sangat sulit tapi bukan mustahil. Yang jelas, untuk bisa melakukannya harus belajar fisika dan ilmu astronomi yang digabungkan menjadi astrofisika
» Jangan Takut Diketahui Amerika
Indonesia tak perlu takut kekayaan laut yang melimpah diketahui oleh bangsa lain.
» Robot Antariksa Pingsan 20 Menit
Misi spacewalk yang dijalankan oleh astronot pesawat ulang alik Discovery sempat tertunda karena lengan robot yang membantu misi tersebut mati.
» Hiu Ternyata Buta Warna
Hiu ternyata buta warna. Mereka tidak memiliki sel berbentuk kerucut di mata, sel yang berperan dalam membedakan warna.





