Permasalahan Air Baku SPAM Bregas
Rabu, 16 Juni 2010
Nama PenulisEndah Dewi NurahmaniDirektorat Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karyaendah_nurahmani@yahoo.comGedung Dep. PU Ditjen Cipta Karya Lt. 8 Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru Jakarta 12110IWRM Tools: A.1.c. Kebijakan yang terkait dengan SDAA.2.c. Peraturan untuk kualitas dan kuantitas airB.2.1. Kapasitas pengelolaan SDAT pada profesi keairanC.2. Perancangan dan perencanaan... Selanjutnya...
Operasional dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Air Minum PDAM Kab. Purwakarta
Minggu, 25 Januari 2009
Judul Kasus OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN PRASARANA DAN SARANA AIR MINUMPDAM KAB. PURWAKARTANama PenulisEndah Dewi NurahmaniDirektorat Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karyaendah_nurahmani@yahoo.comGedung Dep. PU Ditjen Cipta Karya Lt. 8 Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru Jakarta 12110IWRM Tools:  A.1.c. Kebijakan yang terkait dengan SDAA.3.a. Kebijakan-kebijakan InvestasiA.3.c. Peran sektor... Selanjutnya...
Kondisi Situ di Bogor, Depok dan Jakarta - Indonesia
Sabtu, 24 Januari 2009
Judul Kasus : Kondisi Situ di Bogor, Depok dan Jakarta - IndonesiaGambaran Umum: Situ merupakan salah satu bentuk habitat lentik (air tergenang) di dalam ekologi air tawar. Di Bogor, Depok dan  Jakarta terdapat beberapa buah situ dimana ada yang bersifat alami maupun buatan. Fungsi situ di Bogor, Depok dan Jakarta adalah sebagai daerah tangkapan air, pengendali banjir, ketersediaan air, irigasi,... Selanjutnya...
Permasalahan Air Baku dan Solusinya
Minggu, 25 Januari 2009
Judul Kasus PERMASALAHAN AIR BAKU DAN SOLUSINYANama PenulisEndah Dewi NurahmaniDirektorat Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karyaendah_nurahmani@yahoo.comGedung Dep. PU Ditjen Cipta Karya Lt. 8 Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru Jakarta 12110IWRM Tools:  A.1.c. Kebijakan yang terkait dengan SDAA.2.c. Peraturan untuk kualitas dan kuantitas airB.2.1. Kapasitas pengelolaan SDAT pada profesi... Selanjutnya...
Program Kampanye Taman Bakau di Hutan Mangrove
Minggu, 25 Januari 2009
Studi KasusPROGRAM KAMPANYE TAMAN BAKAU DI HUTAN MANGROVELokasi Hutan Mangrove Suaka Margasatwa Kapuk Muara, Kelurahan Kapuk Muara, Jakarta UtaraWaktu : Minggu, 22 April 2007.Konsep IWRM GWPB. PERAN-PERAN INSTITUSI (INSTITUTIONAL ROLES)B.b. Pengembangan Sumber Daya Manusia (Institutional capacity building – developing human resources)C. ALAT-ALAT MANEJEMEN ( MANAGEMENT INSTRUMENTS)C.4.... Selanjutnya...
Program Kampanye Taman Bakau di Hutan Mangrove PDF Cetak E-mail
Minggu, 25 Januari 2009 07:43
Studi Kasus
PROGRAM KAMPANYE TAMAN BAKAU DI HUTAN MANGROVE

Lokasi
Hutan Mangrove Suaka Margasatwa Kapuk Muara, Kelurahan Kapuk Muara, Jakarta Utara
Waktu : Minggu, 22 April 2007.

Konsep IWRM GWP
B. PERAN-PERAN INSTITUSI (INSTITUTIONAL ROLES)
B.b. Pengembangan Sumber Daya Manusia (Institutional capacity building – developing human resources)

C. ALAT-ALAT MANEJEMEN ( MANAGEMENT INSTRUMENTS)
C.4. Instrumen Perubahan Sosial (Social change instruments)

Deskripsi
Bahasan kasus ini menjelaskan tentang beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat dan stakeholder untuk meningkatkan kepedulian pada pengelolaan sumber daya air terpadu (IWRM) di masyarakat, dan memberikan informasi bagaimana peran mereka pada program penyelamatan sumberdaya air dengan melakukan tanam bakau.

Kawasan Hutan Mangrove Suaka Margasatwa Kapuk Muara, terletak di wilayah Jakarta Utara yang mempunyai luas lebih kurang 25 hektar ini keberadaannya sangat memprihatinkan. Posisinya bersebelahan dengan Sungai Angke atau Kali Adem yang secara kasat mata sudah sangat menurun kualitas airnya.
Fungsi hutan mangrove selain sebagai habitat satwa liar, juga dapat berfungsi sebagai filter dari bahan-bahan pencemar, menjaga catchment area dari bencana banjir dan kekeringan, menjaga terjadinya intrusi air laut dan peningkatan muka air laut, menjaga penyediaan air dan sebagai pengendali erosi. Oleh karena itu keberadaan hutan mangrove di Jakarta perlu dipertahankan, agar fungsi-fungsi ekosistim sungai dan pesisir dapat tetap berlangsung.

Tujuan
  1. Mendorong agar masyarakat agar mempunyai perhatian dan aktif terlibat dalam menjaga dan melestarikan sumber-sumberdaya alam (keberadaan hutan mangrove)
  2. Meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat pada kepentingan dan fungsi-fungsi hutan mangrove
  3. Menimbulkan nilai-nilai rasa memiliki dan cinta dari masyarakat terhadap sumberdaya alam agar tercapainya pembangunan yang berwawasan lingkungan.
Key Activities
  1. Mantapkan jejaring dari organisasi dan masyarakat yang interest kepada pelestarian dan konservasi hutan mangrove
  2. Melakukan kampanye konservasi hutan mangrove
  3. Melakukan penanaman secara terjadual (1 tahun sekali) dengan melibatkan masyarakat setempat
Key Outputs
  1. Pemantapan mengenai konsep IWRM
  2. Penguatan peningkatan kapasitas dari para peserta
  3. Peningkatan kepedulian dan partisipasi masyarakat
  4. Keberlanjutan keberadaan hutan mangrove
Key Resources
  1. Para guru SMA di Jakarta
  2. Murid-murid SMA di Jakarta
  3. Para Dosen Perguruan Tinggi
  4. Mahasiswa Perguruan Tinggi
  5. Para Stakeholders
  6. Pemerintah
  7. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
Pendanaan:
Kegiatan tamam bakau ini didanai oleh Panitia Hari Air Dunia ke 15, yang merupakan kegiatan dari bidang kampanye dan kepedulian masyarakat.

Scale
Duration : 1 tahun (Actual: 6 bulan)
People : 125 (Actual: 75 siswa/mahasiswa, 6 guru SMA, 9 Dosen PT, 40 NGOs dan Pemerintah)

Lesson Learn
Program ini telah dilakukan pada hari Air Dunia ke 15 tahun 2007 dalam rangka Kampanye Peduli Air dan Penggalakan Hari Air Dunia. Pelaksanaannya didukung oleh pemerintah (Ditjen Sumber Daya Air Dep. PU, Ditjen DIKDASMEN, DepDikNas), Perguruan Tinggi, sektor swasta dan stakeholder lainnnya serta mendapat tanggapan yang baik dari masyarakat. Untuk menjaga kesinambungan program ini, maka perlu dilaksanakan secara reguler tiap tahunnya dengan dukungan serta keterlibatan berbagai pihak. Pada pelaksanaan program ini sebaiknya tidak hanya melakukan penanaman tetapi perlu dilakukan pemantauan selama 2 kali 3 bulan setelah penanaman. Melalui kegiatan ini diharapkan ada peningkatan kepedulian masyarakat dan para stakeholder terhadap keberadaan ekosistim hutan bakau. Ekosistim hutan bakau merupakan daerah penyangga sungai untuk melindungi sungai dari kerusakan.

Pentingnya studi kasus ini untuk Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu
Para peserta yang terdiri dari masyarakat (para pelajar dan mahasiswa dan penduduk lokal) serta stakeholder merupakan bagian yang sangat penting dalam menjaga kelestarian ekosistim yang sangat berkaitan dengan keberadaan sumber daya air. Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta dapat berperanserta dalam menyuarakan upaya penyelamatan sumber daya air sehingga tujuan dari Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu dari terealisasi

Key outcomes
  1. Mengurangi pencemaran air
  2. Mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan stake holder
  3. Keberlanjutan dari kegiatan ini secara reguler
Kontak
Melati Ferianita Fachrul
Indonesia Water Partnership (IWP) / Universitas Trisakti
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya , Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

LAST_UPDATED2
 
More articles :

» Pemkab Polman Tidak Mendukung Pengurangan Emisi Karbon

Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dinilai tidak mendukung pengurangan emisi karbon dunia karena di wilayah itu tetap berlangsung pembalakan hutan secara legal dan ilegal.

» Gajah Jinak Terpaksa Dirantai

Gajah jinak di Pusat Latihan Gajah di Minas, Riau terpaksa sering dirantai saat digembala akibat kawasan hutan di lokasi tersebut habis dirambah untuk perkebunan kelapa sawit ilegal. "Dahulu waktu masih banyak hutan, gajah dibiarkan saja dilepas...

» Sawit Watch Minta Presiden Implementasikan Moratorium

Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara Yuyun Indriadi, Jumat, mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera mengimplementasikan moratorium agar perlindungan hutan terjamin.

» Al Gore Akan Kampanye Iklim di Jakarta

Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat dan peraih Nobel Perdamaian, Al Gore, akan hadir di Jakarta pada 9 Januari 2011.

» Mangrove Kalimantan Selatan Terancam

Penebangan pohon mangrove untuk keperluan bahan bangunan oleh masyarakat menjadi ancaman utama kerusakan mangrove di Kalimantan Selatan.
Copyright © 2009 Kemitraan Air Indonesia. All Rights Reserved.Powered by Joomla!
Kemitraan Air Indonesia disiapkan oleh Bpiliang | Template Praise
Komp. Dep. PU Jl. Pattimura No. 20 Kav. 7 Gd. Dirjen SDA Lt. 8, Kebayoran Baru - Jakarta Selatan
Telp. 021-739 8604, 7396616 ext. 635 Fax. 021-739 8604
e-mail: sekretariat@inawater.org, sekretariatkai@yahoo.com