Jaringan Komunikasi Pemantau Kualitas Air (JKPKA) pada Program Kampanye Peduli Air (KPA)
Minggu, 25 Januari 2009
Studi KasusJaringan Komunikasi Pemantau Kualitas Air (JKPKA) pada Program Kampanye Peduli Air (KPA)Lokasi Jakarta, Indonesia. 2003Konsep IWRM GWP,B. PERAN-PERAN INSTITUSI (INSTITUTIONAL ROLES)B.b. Pengembangan Sumber Daya Manusia (Institutional capacity building – developing human resources)C. ALAT-ALAT MANEJEMEN ( MANAGEMENT INSTRUMENTS)C.4. Instrumen Perubahan Sosial (Social change... Selanjutnya...
Sumber Air Baku Nusapenida
Senin, 08 Maret 2010
Nama PenulisEndah Dewi NurahmaniDirektorat Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karyaendah_nurahmani@yahoo.comGedung Dep. PU Ditjen Cipta Karya Lt. 8 Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru Jakarta 12110IWRM Tools: A.2.c. Peraturan untuk kualitas dan kuantitas airA.3.a. Kebijakan-kebijakan InvestasiA.3.c. Peran sektor swastaB.2.1. Kapasitas pengelolaan SDAT pada profesi keairanC.2. Perancangan dan... Selanjutnya...
Geoscanner Untuk Mencari Sumber Air Tanah
Minggu, 25 Januari 2009
Judul Kasus Geoscanner Untuk Mencari Sumber Air TanahNama PenulisEndah Dewi NurahmaniDirektorat Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karyaendah_nurahmani@yahoo.comGedung Dep. PU Ditjen Cipta Karya Lt. 8 Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru Jakarta 12110IWRM Tools:  A.3.c. Peran sektor swastaB.2.3. Berbagi (Alih) ilmu pengetahuanLatar Belakang:Dengan semakin sulitnya keberadaan air bersih di... Selanjutnya...
Emisi Gas Rumah Kaca (CO2, CH4, N2O) Pada Budidaya Padi Sistem Of Rice Intensification (SRI) Dan Cara Konvensional Petani Di Petak Tersier untuk mendukung Irigasi Hemat Air sebagai upaya adaptasi perubahan Iklim.
Senin, 08 Maret 2010
Lokasi:Daerah Irigasi Ciramajaya, Tasikmalaya, Jawa Barat.Konsep IWRM GWP:C. 3. EFFICIENCY IN WATER USE C.3.1. Improved Efficiency of Use.Lahan  sawah tergenang merupakan sumber beberapa gas rumah kaca (seperti; CO2, CH4, N2O) yang merupakan salah satu penyebab dari Global Warming, padahal  penggenangan pada lahan secara terus menerus dianggap sebagai suatu pemborosan pemakaian sumber daya air.... Selanjutnya...
Operasional dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Air Minum PDAM Kab. Purwakarta
Minggu, 25 Januari 2009
Judul Kasus OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN PRASARANA DAN SARANA AIR MINUMPDAM KAB. PURWAKARTANama PenulisEndah Dewi NurahmaniDirektorat Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karyaendah_nurahmani@yahoo.comGedung Dep. PU Ditjen Cipta Karya Lt. 8 Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru Jakarta 12110IWRM Tools:  A.1.c. Kebijakan yang terkait dengan SDAA.3.a. Kebijakan-kebijakan InvestasiA.3.c. Peran sektor... Selanjutnya...
Kondisi Situ di Bogor, Depok dan Jakarta - Indonesia
Judul Kasus :
Kondisi Situ di Bogor, Depok dan Jakarta - Indonesia

Gambaran Umum:
Situ merupakan salah satu bentuk habitat lentik (air tergenang) di dalam ekologi air tawar. Di Bogor, Depok dan  Jakarta terdapat beberapa buah situ dimana ada yang bersifat alami maupun buatan. Fungsi situ di Bogor, Depok dan Jakarta adalah sebagai daerah tangkapan air, pengendali banjir, ketersediaan air, irigasi, tempat memelihara ikan dan juga sebagai tempat rekreasi, sebagai sumber air merupakan salah satu sumberdaya alam yang mempunyai fungsi bagi kehidupan yang apabila mengalami kerusakan akan mengganggu keseimbangan ekosistemnya. Situ di Kab. Bogor seluas 506,9 Ha telah berkurang menjadi 392.15 Ha berarti telah terjadi pengurangan luas situ sebanyak 114,75 Ha (22,64 %). 72 situ (71,29 %) ada dalam kondisi rusak, 19 situ (18,81 %) menjadi daratan. Sedangkan di Depok luas awal situ sebesar 145,87 Ha telah berkurang menjadi 118,77 Ha yang berarti telah terjadi pengurangan luas situ sebanyak 27,1 Ha (18,58 %). 12 situ (57,14 %) dalam kondisi rusak, 4 situ (19,05 %) menjadi daratan. Jakarta mempunyai 40 situ diketahui 19 (47,5 %) situ dalam kondisi terawat, 14 (35%) situ dalam kondisi tidak terawat dan 5 (12,5 %) situ telah berubah menjadi daratan.

Contoh terhadap kajian beberapa situ di Jakarta memperlihatkan data sebagai berikut:
No. Nama Situ
Status Mutu Air Tingkat Pencemaran berdasarkan Indeks Saprobitas Luas
Daya Tampung Situ
Waktu Tinggal Hiraulik
Kemampuan Pulih (per detik)
1

Situ Bahagia

-68 (buruk)

Cukup berat-sangat berat

± 1 Ha

5741,76 m3

0,6 hari

1,2 x 10 -5

2

Situ Babakan

-22 (sedang)

Cukup berat-sangat berat

± 6 Ha

68986,2 m3

2 hari

5,16 x 10 -6

3

Situ Kelapa Dua Wetan

-38 (buruk)

Cukup berat-sangat berat

± 3 Ha

53055,75 m3

1 hari

7,18 x 10-6

4

Situ Areman

-58 (buruk)

Ringan-sangat berat

± 4,31 Ha

35498,86 m3

0,9 hari

4,07 x 10-6

5

Situ Riario

-70 (buruk)

Cukup berat-sangat berat

± 3,85 Ha

33341 m3

2 hari

4,33 x 10-6

6

Situ Teluk Gong

-68 (buruk)

± 1,2 Ha

12866,9 m3

0,8 hari

6,3 x 10 -6

Status mutu air sebagian besar situ masuk dalam kategori buruk atau tercemar berat. Luas situ cenderung berkurang akibat adanya sedimentasi dan berpengaruh pada daya tampung situ. Akibatnya waktu tinggal hidrolik situ cenderung rendah. Rendahnya waktu tinggal hidrolik mengakibatkan situ kurang optimal dalam menampung aliran yang besar pada waktu hujan dan kurang efektif sebagai penampung banjir.

Permasalahan utama yang dihadapi situ-situ di Bogor, Depok dan Jakarta adalah sedimentasi, dikonversi menjadi sawah/kebun/ladang, pemukiman, perkantoran dan fasilitas umum, eutrofikasi, tempat buang sampah/limbah dan lain-lain. Permasalahan yang menyebabkan situ-situ kurang mendapat perhatian adalah kurang jelasnya batas penguasaan situ, perubahan tataguna lahan dan peralihan fungsi situ, rendahnya kesadaran masyarakat akan fungsi dan keberadaan situ, rendahnya pengawasan dan penegakan hukum serta kurangnya penyuluhan dan sosialisasi akan peranan dan manfaat situ-situ.

Tools Utama yang Digunakan:
Penilaian sumber daya air (C1)
Rencana-rencana untuk Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu (C2)
Kampanye air dan meningkatkan kepedulian (C4)

Keywords: kondisi situ, daya tampung, status mutu air, tingkat pencemaran

Lokasi :
Bogor, Depok, Jakarta

Kontak:
Diana Hendrawan
Kemitraan Air Indonesia (KAI)
Komp. Dep. PU Gedung I Lt 1 & 2, Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru Jakarta 12110
Telp: (021) 7398604, (021) 8716032, Hp: 08121878954
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

 
More articles :

» CEE addresses Danube issues

The GWP has mobilized its partners to promote a more integrated approach on how to deal with Danube's water resources.

» Para Pemimpin Dunia Kumpulkan Dana Selamatkan Harimau

Para pemimpin dunia pada Ahad (21/11)  berusaha mengumpulkan ratusan juta dolar AS yang diperlukan untuk menyelamatkan harimau dari kepunahan dan menggandakan jumlah kucing besar itu paling lambat pada Year of the Tiger pada 2010 .

» PVMBG Tarik Alatnya dari Gunung Wilis

Tim PVMBG telah menarik seluruh seismograf digital dari sekitar Gunung Wilis di Trenggalek yang sempat digunakan untuk mencari sumber gemuruh.

» Science Film Festival Gratis Lho...

Science Film Festival digelar 15-30 November 2010 di tiga tempat, yaitu Blitz Megaplex Pacific Place, Goethe Institut, dan Universitas Paramadina.

» Hutan Taman Nasional Kutai Kian Hancur

Kawasan hutan lindung Taman Nasional Kutai (TNK) di Desa Martadinata, Desa Suka Rahmat dan Desa Suka Damai di Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur, Kalimantan Timur kian hancur oleh berbagai aktifitas merusak lingkungan. ANTARA di Sangata, Selasa...
Copyright © 2009 Kemitraan Air Indonesia. All Rights Reserved.Powered by Joomla!
Kemitraan Air Indonesia disiapkan oleh Bpiliang | Template Praise
Komp. Dep. PU Jl. Pattimura No. 20 Kav. 7 Gd. Dirjen SDA Lt. 8, Kebayoran Baru - Jakarta Selatan
Telp. 021-739 8604, 7396616 ext. 635 Fax. 021-739 8604
e-mail: sekretariat@inawater.org, sekretariatkai@yahoo.com