| Perubahan Guna Lahan terhadap Kualitas Air Sungai Ciliwung di Indonesia |
|
|
|
| Sabtu, 24 Januari 2009 11:53 | |
|
Judul Kasus:
Perubahan Guna Lahan terhadap Kualitas Air Sungai Ciliwung di Indonesia Gambaran Umum: Sungai Ciliwung berasal dari kaki Gunung Pangrango Jawa Barat mengalir ke arah Jakarta melalui Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok dan bermuara di Teluk Jakarta. Panjang sungai Ciliwung dari bagian hulu sampai muara di pesisir pantai teluk Jakarta di Jakarta Utara ± 76 km, dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung sekitar 322 km2. Pada tahun 1970, luas lahan tidak terbangun sekitar 66% dari luas DAS atau sekitar 25.687,99 Ha. Namun, pada tahun 2000, luas penggunaan lahan daerah tidak terbangun tersebut hanya sekitar 38% dari luas DAS atau hanya sekitar 15.079,84 Ha. Peningkatan jumlah penduduk dengan aktivitasnya akan meningkatkan masukan pencemar yang diindikasikan dari parameter BOD dan COD di perairan. Jumlah massa BOD dalam air sebesar 1,560E-05 – 4,541E-03 kg/hari dan massa COD dalam air 2,948E-05 – 1,903E-02 kg/hari. Indeks Kualitas Air (IKA) pada tahun 1993 berkisar antara 66,5 – 95,0 (kategori sedang sampai sangat baik), sedangkan pada tahun 2007 berkisar antara 52,1 – 77,6 (kategori sedang sampai baik). Terjadi penurunan IKA Sungai Ciliwung sekitar 30 % dalam kurun waktu 14 tahun. Penurunan nilai IKA menggambarkan bahwa telah terjadi perubahan pada kualitas air sungai Ciliwung yang diakibatkan oleh perubahan guna lahan. Tools Utama yang Digunakan: Efisiensi dalam penggunaan air (C3) Rencana-rencana untuk Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu (C2) Kampanye air dan meningkatkan kepedulian (C4) Keywords: perubahan guna lahan, beban pencemar, pencemaran, kualitas air Lokasi : Jawa Barat dan Jakarta - Indonesia Kontak: Diana Hendrawan Kemitraan Air Indonesia (KAI) Komp. Dep. PU Gedung I Lt 1 & 2, Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru Jakarta 12110 Telp: (021) 7398604, (021) 8716032, Hp: 08121878954 Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
|
|
| LAST_UPDATED2 |
More articles :
» Sekitar 96 Persen Mangrove Lampung Hilang
Hasil pencitraan satelit terbaru kelompok kerja pelestarian hutan mangrove terpadu Provinsi Lampung menunjukkan sekitar 96 persen keseluruhan luas hutan mangrove di Lampung hilang.
» Kualitas Air di Indonesia Memprihatinkan
Novia Chandra Dewi - Jakarta - Akses masyarakat terhadap pelayanan air minum dirasakan masih rendah. Hadirnya infrastruktur dalam sektor air minum dan sanitasi yang lebih baik diperlukan."Indonesia sudah mencapai jangkauan sanitasi...
» Hampir Sepertiga Perusahaan di RI Langgar Aturan Pengolahan Limbah
Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta mengungkapkan sebanyak 30 persen perusahaan yang ada di Indonesia melakukan pelanggaran aturan pengolahan limbah.
» Banjir Masih Genangi Sejumlah Desa di Cilacap
Bencana banjir yang terjadi sejak Selasa (28/12) malam hingga Kamis masih menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
» Tanggul Jebol, Jepara Banjir Bandang
Sejumlah rumah dan sawah milik warga di Dukuh Blebak Keongsari, Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Jateng, Selasa dilanda banjir bandang akibat tanggul sungai di daerah itu tiba-tiba jebol.Menurut warga setempat, Eko Handayani (29),...





