Perubahan Guna Lahan terhadap Kualitas Air Sungai Ciliwung di Indonesia
Sabtu, 24 Januari 2009
Judul Kasus: Perubahan Guna Lahan terhadap Kualitas Air Sungai Ciliwung di IndonesiaGambaran Umum:Sungai Ciliwung berasal dari kaki Gunung Pangrango Jawa Barat mengalir ke arah Jakarta melalui Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok dan bermuara di Teluk Jakarta.  Panjang sungai Ciliwung dari bagian hulu sampai muara di pesisir pantai teluk Jakarta di Jakarta Utara ± 76 km, dengan luas Daerah... Selanjutnya...
Geoscanner Untuk Mencari Sumber Air Tanah
Minggu, 25 Januari 2009
Judul Kasus Geoscanner Untuk Mencari Sumber Air TanahNama PenulisEndah Dewi NurahmaniDirektorat Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karyaendah_nurahmani@yahoo.comGedung Dep. PU Ditjen Cipta Karya Lt. 8 Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru Jakarta 12110IWRM Tools:  A.3.c. Peran sektor swastaB.2.3. Berbagi (Alih) ilmu pengetahuanLatar Belakang:Dengan semakin sulitnya keberadaan air bersih di... Selanjutnya...
Permasalahan Air Baku SPAM Bregas
Rabu, 16 Juni 2010
Nama PenulisEndah Dewi NurahmaniDirektorat Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karyaendah_nurahmani@yahoo.comGedung Dep. PU Ditjen Cipta Karya Lt. 8 Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru Jakarta 12110IWRM Tools: A.1.c. Kebijakan yang terkait dengan SDAA.2.c. Peraturan untuk kualitas dan kuantitas airB.2.1. Kapasitas pengelolaan SDAT pada profesi keairanC.2. Perancangan dan perencanaan... Selanjutnya...
Sistem Pembiayaan Pengelolaan SDA WS Brantas
Minggu, 25 Januari 2009
Provinsi Jawa Timur :Sistem Pembiayaan Pengelolaan SDA WS BrantasLokasi : Perum Jasa Tirta I BrantasTool utama PSDATA3. Struktur pembiayaan dan insentif – Sumber pembiayaan untuk          memenuhi kebutuhan air C7. Instrumen ekonomi  - menggunakan nilai air untuk efisiensi dan ekuitas   C7.1 Menetapkan iuran layanan air  Uraiana.    Wilayah Sungai Brantas Luas tangkapan hujan... Selanjutnya...
Pengelolaan Sampah Dan Pengaruhnya Terhadap Kualitas Air Sungai Di DKI Jakarta
Minggu, 25 Januari 2009
Pengelolaan Sampah Dan Pengaruhnya Terhadap Kualitas Air Sungai Di DKI JakartaStatistik Penduduk Profil Daerah DKI Jakarta Tahun 2005 menunjukkan jumlah penduduk DKI Jakarta 9.041.605 jiwa. Jumlah itu diperkirakan menjadi dua kali lipat di siang hari karena mobilitas penduduk yang bekerja di Jakarta datang dari daerah penyangga Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.Kegiatan kehidupan penduduk itu... Selanjutnya...
Penanganan Banjir Jakarta Terkendala Dana sejak Zaman Belanda PDF Cetak E-mail
Minggu, 25 Januari 2009 10:49

JAKARTA, KAMIS (Kompas) — Permasalahan banjir di Jakarta tidak pernah selesai sejak masa penjajahan Belanda. Bahkan, bukan saat ini saja pembangunan banjir kanal yang tak kunjung selesai terbentur masalah dana.

"Kalau kita lihat, problem dana sudah ada sejak zaman kolonial," kata Dr Restu Gunawan, staf Direktorat Sejarah dan Purbakala Departemen Kebudayaan dan Priwisata saat diskusi mengenai Kali Ciliwung di kantor redaksi harian Kompas, Kamis (8/1).

Restu yang dikenal sebagai pakar sejarah Jakarta mengatakan, proyek pengendalian banjir yang dicanangkan tahun 1913 mengalami pembengkakan dana. Saat rencana awal dana yang dibutuhkan diperkirakan 1.140.351 gulden. Namun, sampai 1919 membengkak hingga 2.793.000 gulden.

Terkait masalah pendanaan, Kepala Balai Besar Wilayah Ciliwung dan Cisadane Departemen Pekerjaan Umum Pitoyo Subandrio menilai penggunaannya harus efektif. Jika memang ditujukan untuk mengendalikan banjir, dana yang dikeluarkan harus diperuntukkan semaksimal mungkin.

"Saya tidak setuju pembangunan Waduk Ciawi jika tujuannya untuk mengendalikan banjir. Silakan saja suruh yang lain bangun, tapi saya tidak mau kalau disuruh membangun," ujarnya. Ia beralasan jika dibangun, kapasitas tampung Waduk Ciawi diperkirakan hanya 34 juta kubik. Dengan biaya yang sama, pembangunan waduk di daerah Jatigede lebih menguntungkan karena dapat menampung 1000 juta meter kubik.

Ia juga menilai usulan pembangunan tunnel reservoar di bawah Banjir Kanal Barat tidak efektif. Saat musim kemarau memang kering. Namun, saat musim hujan luapan air ke Jakarta sudah begitu banyak.

Pembangunan BKT (Banjir Kanal Timur) akan mengatasi limpahan air tersebut. Dengan dukungan dana saat ini yang mencapai Rp 2 triliun dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), ia yakin pembangunan BKT (Banjir Kanal Timur) dapat diselesaikan akhir tahun ini. "Asal pembebasan lahan selesai Maret ini, saya yakin infrastruktur selesai akhir tahun 2009," ujarnya.

Selain membangun kanal utama, pihaknya juga sudah mengusulkan pembuatan dua sudetan di belakang RS Budi Asih dan Bidara Cina di Jakarta Timur untuk mengatur limpahan air yang sering berlebihan ke kawasan tersebut.

Namun, menurutnya, cara paling efektif mengendalikan banjir adalah mengembalikan aliran Sungai Ciliwung sesuai dengan fungsinya. Hal ini membutuhkan pola pikir masyarakat yang tidak "kampungan" seperti membangun permukiman di bantaran sungai, seenaknya membuang sampah, dan mengubah daerah resapan menjadi permukiman.

Selain itu, memulihkan daerah resapan air yang masih bisa diselamatkan. "Di Jabodetabek kita lihat ada 200 situ dan sedang kita normalisasi," ujarnya.


LAST_UPDATED2
 
More articles :

» Forum Pemuda Internasional Untuk Perubahan Iklim Berakhir

Indonesia mendapat apresiasi atas suksesnya menggelar `International Youth Forum on Climate Change` (Forum Pemuda Internasional untuk Perubahan Iklim) yang diikuti berbagai negara dan dijadualkan berakhir, Senin ini di Jakarta.

» Walhi Kerugian Banjir Capai Rp20 Triliun/Tahun

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Indonesia menyatakan  kerugian yang diderita akibat banjir di berbagai wilayah di Tanah Air ditaksir bisa mencapai sekitar Rp20 triliun per tahun.

» Lima Danau Tercemar Limbah Selama 2010

Limbah sawit dan kegiatan penambangan yang mendominasi pencemaran lingkungan selama 2010, selain mencemari sungai-sungai juga turut mencemari lima danau besar di Indonesia.

» Dikembangkan, Robot Pencari Korban Gempa

Abdul Muis dari Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia mengembangkan robot pencari korban gempa di reruntuhan.

» Genangan Banjir Surut, Sebagian Pengungsi di Jakarta Pulang

Jakarta () - Ketinggian genangan air di sejumlah lokasi yang terkena banjir di Jakarta mulai surut antara 10-30 centimeter, mendorong sebagian warga yang sempat mengungsi kembali ke rumah masing-masing. Petugas piket Satuan Koordinasi Pelaksana...
Copyright © 2009 Kemitraan Air Indonesia. All Rights Reserved.Powered by Joomla!
Kemitraan Air Indonesia disiapkan oleh Bpiliang | Template Praise
Komp. Dep. PU Jl. Pattimura No. 20 Kav. 7 Gd. Dirjen SDA Lt. 8, Kebayoran Baru - Jakarta Selatan
Telp. 021-739 8604, 7396616 ext. 635 Fax. 021-739 8604
e-mail: sekretariat@inawater.org, sekretariatkai@yahoo.com