| Warga Brontokusuman simulasi penanganan bencana |
|
|
|
| Sabtu, 04 Februari 2012 13:12 | |||
Bersihkan Sisa Banjir Seorang warga membersihkan sisa banjir akibat meluapnya Sungai Winongo di Desa Jaranan, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, Senin (2/1). Hujan deras yang mengguyur Yogyakarta, mengakibatkan sejumlah sungai meluap ke perkampungan warga. (FOTO ANTARA/Noveradika)
Yogyakarta (ANTARA News) - Warga Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, Yogyakarta, menggelar simulasi bencana penanganan banjir di Sungai Code, Sabtu. "Yogyakarta sudah memiliki protap penanganan bencana yang harus selalu disosialisasikan. Simulasi adalah bagian dari latihan pelaksanaan protap bencana," kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti yang hadir dalam simulasi bencana di Brontokusuman Yogyakarta, Sabtu. Menurut dia, dengan melakukan simulasi penanganan bencana secara rutin dan terus menerus, maka masyarakat akan memahami langkah-langkah penanganan bencana sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. "Setelah melakukan simulasi, masyarakat pun diharapkan memahami apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Masyarakat tidak boleh panik, karena panik justru akan menimbulkan musibah lain," katanya. Haryadi mengatakan, selain fokus pada penanganan banjir, simulasi tersebut seharusnya juga dilengkapi dengan simulasi penanganan pencurian dan kebakaran. "Terkadang, ada orang-orang yang memanfaatkan situasi dengan melakukan pencurian di rumah yang ditinggalkan warga. Kebakaran juga bisa saja terjadi meskipun sedang banjir dan kondisi hujan," katanya. Ia menyebutkan, selain simulasi, pendidikan tentang kebencanaan juga menjadi bagian penting dari upaya menjauhkan bencana dari masyarakat dan menjauhkan masyarakat dari bencana. Kegiatan penanganan simulasi bencana di Kelurahan Brontokusuman tersebut dilakukan dengan skenario penyelamatan warga yang hanyut terseret arus Sungai Code, termasuk evakuasi korban hanyut ke rumah sakit terdekat dan evakuasi warga yang rumahnya terendam luapan banjir dari sungai. Simulasi penanganan bencana di Brontokusuman tersebut dilakukan dengan merujuk pada Surat Keputusan Wali Kota Nomor 812 Tahun 2011 tentang Kontijensi Penanganan Banjir Lahar Dingin di Sungai Code. Sungai Code adalah sungai yang berhulu di Sungai Boyong yang menjadi salah satu sungai berhulu di Gunung Merapi. Sungai Code di Kota Yogyakarta melintas di tujuh kecamatan, 13 kelurahan dan ada sekitar 13.000 warga yang tinggal di bantaran sungai tersebut.
(E013) Editor: Ella Syafputri COPYRIGHT © 2012 Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com
|






