"Kondisi Hutan Papua masih alami sementara daerah lain sebagian besar telah berganti dengan hutan perkebunan," katanya usai Pelatihan Identifikasi Kesesuaian Lahan Perkebunan yang digelar oleh WWF Indonesia regional simpul Papua, di Jayapura, Selasa.
Dia mengatakan, hutan di luar Provinsi Papua kebanyakan telah beralih fungsi dan mejadi contoh buruk bila di Papua juga menyulap hutannya yang sebagian besar masih alami menjadi perkebunan tanpa ada sertifikasi kawasan bernilai konservasi tinggi.
"Sangat disayangkan jika hutan di Papua beralih fungsi tanpa adanya sertifikasi kawasan hutan bernilai konservasi tinggi," katanya.
Menurutnya, jika ada pembukaan lahan perkebunan di tempat-tempat bernilai tinggi secara ekologi, sosial dan budaya,Provinsi Papua hendaknya berhati-hati sehingga hutan Papua masih bisa menjadi salah satu penyumbang "paru-paru" dunia.(*)
ANT/M027/AR09





