English (United Kingdom)Indonesian (Indonesia)
Indonesia Joomla Topsites

Terkini

Gambar
Ahli AS Teliti Kematian Badak Jawa
Minggu, 29 Agustus 2010
Dr Terry Roth, seorang ahli penyakit hewan asal Amerika Serikat (AS), meneliti penyebab kematian badak jawa di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon Pandeglang, Provinsi Banten. Selanjutnya...
Gambar
Harimau Mekar Diterbangkan ke Tambling
Sabtu, 28 Agustus 2010
Seekor Harimau Sumatra (Panthera tigris Sumatrae) bernama Mekar, Sabtu pagi, diterbangkan dari Bandara Fatmawati Soekarno ke Tambling, Provinsi Lampung, menggunakan pesawat Casa. Selanjutnya...
Ratusan Siswa Tebarkan Ikan di Kali Putih
Sabtu, 28 Agustus 2010
Ratusan siswa sekolah dasar dan santri pondok pesantren di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menebarkan bibit ikan di aliran Sungai Putih sebagai bagian dari kampanye pelestarian ekosistem kali. Selanjutnya...
Gambar
Harimau Hidup Dicoba Selundupkan Dalam Tas
Sabtu, 28 Agustus 2010
Upaya penyelundupan satu anak harimau hidup di dalam tas bagasi oleh seorang perempuan, di Bandar Udara Internasional Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand, digagalkan petugas. Selanjutnya...
BMKG Fenomena La Nina Dominan Hingga 2011
Jumat, 27 Agustus 2010
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Manado menyatakan fenomena la nina di Sulawesi Utara (Sulut) akan terus dominan hingga Maret 2011 nanti. Selanjutnya...
Harimau Sumatera Tinggal Belasan Ekor di Bengkulu
Jumat, 27 Agustus 2010
Populasi satwa langka harimau Sumatra di Provinsi Bengkulu sekarang diperkirakan tinggal sekitar belasar ekor, tersebar di sejumlah kabupaten di daerah itu. Selanjutnya...
Denpasar Wujudkan Gerakan Bebas Sampah Plastik
Jumat, 27 Agustus 2010
Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Denpasar Anak Agung Bagus Sudharsana berupa mewujudkan kota ini bersih dan bebas sampah plastik. Selanjutnya...
GWP Pakistan Responds to Flood Catastrophe
Kamis, 26 Agustus 2010
While Pakistan endures one of the country’s most devastating floods—possibly its worst ever—GWP Pakistan is joining with others to help provide relief and rehabilitation to remote communities that have been particularly hard-hit. In addition, the GWP Partner Hisaar Foundation and the Karachi Water Partnership, has launched an appeal to raise Rs 10 million for immediate flood relief, largely for the provision of safe drinking water. Selanjutnya...
AMCOW recognises GWPs contribution
Kamis, 26 Agustus 2010
At the June 2010 meeting of the African Minister’s Council on Water (AMCOW) GWP's work for advancing the water agenda on the continent was recognised. The AMCOW Technical Advisory Committee (TAC) appreciated GWP's contribution and gave GWP an additional mandate to work in four key areas: Selanjutnya...
GWP Joins Sanitation and Water for All Initiative
Kamis, 26 Agustus 2010
GWP has joined the Sanitation and Water for All initiative as a Multilateral Partner, together with other GWP Partner organizations. Sanitation and Water for All aims to address the barriers to achieving universal and sustainable sanitation and drinking water for everyone, including poor water resources management. Selanjutnya...
GWP South Asia and WIN Sign Agreement
Kamis, 26 Agustus 2010
In July 2010 GWP South Asia conducted a 3-day dialogue and training workshop with the Water Integrity Network (WIN) during which they explored areas of possible strategic cooperation and were also exposed to water integrity methods, tools and materials. Selanjutnya...
Water Investments Long Overdue
Kamis, 26 Agustus 2010
At a regional workshop on financing the water sector in Central Africa, participants expressed the urgent need for investments in basin, national and regional organizations. In addition, participants validated the proposed regional strategy for financing the water sector and its mechanism as proposed by GWP Central Africa (GWP-CAf). One participant called the strategy “relevant, consistent and forward looking.” Selanjutnya...
High-level dialogue addresses Europes sanitation woes
Jumat, 13 Agustus 2010
In January 2008, GWP-CEE – together with Women in Europe for a Common Future, the European Water Partnership, KIWA Water Research, Coalition Clean Baltic, and Coram Industries – organised a high-level policy dialogue on EU Sanitation Policies and Practices in the 2008 International Year of Sanitation in Brussels, Belgium. Selanjutnya...
GWP Submits Climate Change Pledge
Rabu, 28 Juli 2010
The GWP submitted its pledge to the United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). Selanjutnya...

TOOLBOX PSDAT KAI

Emisi Gas Rumah Kaca (CO2, CH4, N2O) Pada Budidaya Padi Sistem Of Rice Intensification (SRI) Dan Cara Konvensional Petani Di Petak Tersier untuk mendukung Irigasi Hemat Air sebagai upaya adaptasi perubahan Iklim.
Senin, 08 Maret 2010
Lokasi:Daerah Irigasi Ciramajaya, Tasikmalaya, Jawa Barat.Konsep IWRM GWP:C. 3. EFFICIENCY IN WATER USE C.3.1. Improved Efficiency of Use.Lahan  sawah tergenang merupakan sumber beberapa gas rumah kaca (seperti; CO2, CH4, N2O) yang merupakan salah satu penyebab dari Global Warming, padahal  penggenangan pada lahan secara terus menerus dianggap sebagai suatu pemborosan pemakaian sumber daya air. Deskripsi/abstrak:Berkembangnya isu tentang pemanasan global (Global warming) dari sektor pertanian saat ini mendapat perhatian yang serius dari pemerintah karena  kerusakan lingkungan yang sudah mengkhawatirkan. Lahan sawah merupakan sumber beberapa gas rumah kaca (GRK), seperti CO2, CH4, N2O... Selanjutnya...
Perubahan Guna Lahan terhadap Kualitas Air Sungai Ciliwung di Indonesia
Sabtu, 24 Januari 2009
Judul Kasus: Perubahan Guna Lahan terhadap Kualitas Air Sungai Ciliwung di IndonesiaGambaran Umum:Sungai Ciliwung berasal dari kaki Gunung Pangrango Jawa Barat mengalir ke arah Jakarta melalui Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok dan bermuara di Teluk Jakarta.  Panjang sungai Ciliwung dari bagian hulu sampai muara di pesisir pantai teluk Jakarta di Jakarta Utara ± 76 km, dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung sekitar 322 km2. Pada tahun 1970, luas lahan tidak terbangun sekitar 66% dari luas DAS atau sekitar 25.687,99 Ha. Namun, pada tahun 2000, luas penggunaan lahan daerah tidak terbangun tersebut hanya sekitar  38% dari luas DAS atau hanya sekitar 15.079,84 Ha. Peningkatan... Selanjutnya...
Jaringan Komunikasi Pemantau Kualitas Air (JKPKA) pada Program Kampanye Peduli Air (KPA)
Minggu, 25 Januari 2009
Studi KasusJaringan Komunikasi Pemantau Kualitas Air (JKPKA) pada Program Kampanye Peduli Air (KPA)Lokasi Jakarta, Indonesia. 2003Konsep IWRM GWP,B. PERAN-PERAN INSTITUSI (INSTITUTIONAL ROLES)B.b. Pengembangan Sumber Daya Manusia (Institutional capacity building – developing human resources)C. ALAT-ALAT MANEJEMEN ( MANAGEMENT INSTRUMENTS)C.4. Instrumen Perubahan Sosial (Social change instruments)Studi kasus ini menjelaskan tentang beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh para siswa untuk meningkatkan kepedulian pada pengelolaan sumber daya air terpadu (IWRM) di masyarakat, dan memberikan informasi bagaimana peran mereka program ini.Deskripsi Sehubungan dengan adanya kondisi krisis air di... Selanjutnya...
Strategi Terpadu Pengelolaan SDA Di DKI Jakarta untuk Mencegah Bencana Ekologi Perkotaan dan Krisis Air
Minggu, 25 Januari 2009
STRATEGI TERPADU PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DI DKI JAKARTA UNTUK MENCEGAH BENCANA EKOLOGI PERKOTAAN DAN KRISIS AIRPENULIS:Firdaus Ali, PhD.Badan Regulator PAM DKI, Jl. Pejompongan Raya No. 57, Jakarta 10210firdaus@jakartawater.org, +62-21-5709732  &  +62-21-5709723SUMMARY:Metropolitan DKI Jakarta dengan total luas area mencapai 662 km2 dengan total populasi mencapai 9,39 juta jiwa dihadapkan pada kondisi yang sangat kritis berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air, khususnya dalam hal ketersediaan air. Setiap tahunnya, Jakarta senantiasa menghadapi ancaman banjir pada musim hujan, sementara itu hampir sepanjang waktu selalu mengalami krisis air baku  untuk keperluan air minum. ... Selanjutnya...
Memahami (untuk mengatasi) Kehilangan Air PAM Jakarta
Senin, 08 Maret 2010
Gambaran Umum : Kehilangan  air  dapat  dilihat  dari  dua  sisi:  dari  sisi  kehilangan  itu  sendiri  dan  dari  sisi  jika  tidak kehilangan.  Pemahaman  dua  dimensi  ini  memberikan  kita  gambaran  bahwa  kehilangan  air merupakan wanprestasi dari  suatu proses pelayanan air secara keseluruhan. Ini penilaian dari  sisi kehilangan  air.  Sementara  dari  sisi  jika  tidak  kehilangan  memberikan  nilai  bahwa  ada  hak  publik yang diambil yang seharusnya ada. Dimensi ganda ini membuat pemahaman tentang kehilangan air menjadi sebuah kata kunci dalam pemahaman arti penting NRW pada pelayanan air bersih. Jakarta  sedang  dihadapkan  pada ... Selanjutnya...
Penyelesaian konflik air baku di mata air Cikoromoy, Banten PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Minggu, 25 Januari 2009 08:24
Judul Kasus
Penyelesaian konflik air baku di mata air Cikoromoy, Banten

Nama Penulis
Endah Dewi Nurahmani
Direktorat Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karya
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
Gedung Dep. PU Ditjen Cipta Karya Lt. 8
Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru Jakarta 12110

IWRM Tools:  
B.2.1. Kapasitas Pengelolaan SDAT pada profesi keairan
B.7. Wewenang Lokal
C.3. Pengelolaan Kebutuhan
C.5. Resolusi Konflik
C.8. Pengalian dan pengelolaan informasi

Latar Belakang:
Potensi mata air terdapat di Kaki Gunung Karang Mentarap 1778 meter dari permukaan laut (DPL) dan Gunung Pulosari 1346 meter DPL, sekitar 65% mata air Kabupaten Pandeglang terdapat di kawasan ini. Potensi air itu terletak hampir di setiap wilayah di 33 Kecamatan termasuk mata air yang menjadi lokasi wisata Alam Pemandian Cikoromoy di Desa Kadu Bungbang, Kecamatan Cimanuk.

Deskripsi:
PDAM Pandeglang mengambil air baku di mata air Cikoromoy dengan debit 42 L/det yang dialirkan secara gravitasi. Untuk memaksimalkan pelayanan terhadap pelanggan, PDAM Pandeglang memfungsikan reservoir (penampungan air) berkapasitas 10.000 meter kubik di Kampung Kebon Cau, Kelurahan/Kecamatan Pandeglang. Reservoir ini berukuran 8x8 meter dengan kedalaman 3 meter. Uji coba tersebut mulai dilakukan dengan cara mengisi reservoir yang airnya berasal dari mata air Cikoromoy.

Dimana penggunaan mata air tersebut sebelumnya adalah untuk kolam renang masyarakat, sedangkan penggunaan sumber air baku oleh PDAM hanya menggunakan air limpasan dari kolam renang, yang bersama-sama digunakan pula untuk kolam ikan dan irigasi. Masyarakat tidak percaya pada neraca air yang dibuat sehingga terjadi perselisihan s/d 3 tahun. Telah sampai dimusyawarahkan dengan DPRD, Pemda dan tokoh masyarakat tetapi belum mencapai kesepakatan di lapangan. Hal ini terjadi karena neraca air tidak disosialisasikan dan dipahami dimasyarakat/tatanan komunitas.

Padahal dalam PP 16/2006 tentang SPAM dan PP tentang irigasi dinyatakan bahwa: kebutuhan yang diutamakan/prioritas adalah untuk kebutuhan pokok sehari-hari (air minum/kebutuhan rumah tangga) dan irigasi pertanian rakyat. Hal inilah yang perlu dipahami oleh masyarakat bahwa penggunaan sumber air baku telah diatur dalam peraturan pemerintah yang mengikat masyarakat sebagai warga negara yang baik untuk mengikuti peraturan tersebut. Selain itu juga menekankan pentingnya perlindungan kawasan konservasi. Di antaranya dengan penataan kembali dan penghijauan kawasan mata air yang menjadi sumber air baku PDAM Pandeglang.

Akhirnya dengan dibuatnya neraca air oleh PDAM dan disosialisasikan kepada masyarakat secara terus menerus maka konflik ini dapat diselesaikan dengan baik.

Tujuan:
  1. Tercapainya kesepakatan dalam pengelolaan kebutuhan air baku
  2. Terjaminnya wewenang lokal untuk mengatur kebutuhan air baku
  3. Dipahaminya neraca air dan prioritas pemenuhan kebutuhan air baku untuk kebutuhan sehari-hari dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat
Pelajaran yang diperoleh:
Dengan melakukan sosialisasi lebih awal kepada masyarakat mengenai prioritas kebutuhan yang telah disahkan dalam PP, maka akan mempermudah dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat sehingga tidak perlu terjadi konflik perebutan air baku.

Pentingnya kasus ini untuk IWRM:
Resolusi konflik dalam perebutan air baku dapat diselesaikan dengan cara membuat neraca air oleh PDAM dan disosialisasikan kepada masyarakat secara terus menerus.
LAST_UPDATED2
 
Copyright © 2009 Kemitraan Air Indonesia. All Rights Reserved.Powered by Joomla!
Kemitraan Air Indonesia disiapkan oleh Bpiliang | Template Praise
Komp. Dep. PU Jl. Pattimura No. 20 Kav. 7 Gd. Dirjen SDA Lt. 8, Kebayoran Baru - Jakarta Selatan
Telp. 021-739 8604, 7396616 ext. 635 Fax. 021-739 8604