Indonesian (Indonesia)English (United Kingdom)

TOOLBOX INA WP


Sumber Air Baku Nusapenida
Monday, 08 March 2010
There are no translations available.Nama PenulisEndah Dewi NurahmaniDirektorat Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karyaendah_nurahmani@yahoo.comGedung Dep. PU Ditjen Cipta Karya Lt. 8 Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru Jakarta 12110IWRM Tools: A.2.c. Peraturan untuk kualitas dan kuantitas airA.3.a. Kebijakan-kebijakan InvestasiA.3.c. Peran sektor swastaB.2.1. Kapasitas pengelolaan SDAT pada profesi keairanC.2. Perancangan dan perencanaan pengelolaan SDATC.3. Pengelolaan kebutuhanLokasi: Nusapenida Kab. Klungkung Prov. Bali, Tahun 2007Latar Belakang:Nusa Penida adalah sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Klungkung, dengan luas areal 202,84 km2, meliputi Pulau Nusa Penida (Nusa Gede), Pulau Nusa Lembongan dan Pulau Nusa Ceningan. Seperti pulau-pulau kecil pada umumnya, masalah utama yang dihadapi oleh masyarakatnya adalah kurangnya ketersediaan sesuai dengan waktu, tempat, kualitas dan kuantitas yang memadai. Sedangkan di Pulau Nusa Penida sendiri terdapat sekitar sembilan mata... Read more...
Konflik Regulasi dalam Penanganan Longsoran Dinding Kaldera Bawakaraeng, Sulawesi Selatan
Monday, 08 March 2010
There are no translations available.DescriptionDesain volume tampungan sedimen yang ada sekarang adalah 29 juta m3, endapan sedimen di waduk telah mencapai 61 juta m3, di sisi lain volume longsoran di kaldera masih ratusan juta m3 dan sewaktu-waktu akan menjadi aliran debris dan mengancam bangunan sungai serta masuk ke waduk. Dengan meningkatnya volume sedimen masuk ke waduk akan mengurangi kapasitas waduk. Jika hal ini tidak dikendalikan akan menimbulkan masalah besar yaitu intake dam Bili-Bili akan tertutup sedimen. Dan apabila intake Bili-Bili terganggu fungsinya, jelas akan berdampak negatif bagi kehidupan masyarakat di kota Makassar dan para petani di kabupaten Gowa dan Takalar.Action Taken Ada beberapa langkah yang telah dan masih dipertimbangkan untuk dilakukan dalam penanganannya, yaitu:a)    Pembangunan Struktur (Sabo Dam), oleh Departemen Pekerjaan Umumb)    Pembangunan Wilayah (regional development), dibantu oleh Pemprov Sulsel.c)    Pembangunan masyarakat... Read more...
Permasalahan Air Baku SPAM Bregas
Monday, 08 March 2010
There are no translations available.Nama PenulisEndah Dewi NurahmaniDirektorat Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karyaendah_nurahmani@yahoo.comGedung Dep. PU Ditjen Cipta Karya Lt. 8 Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru Jakarta 12110IWRM Tools: A.1.c. Kebijakan yang terkait dengan SDAA.2.c. Peraturan untuk kualitas dan kuantitas airB.2.1. Kapasitas pengelolaan SDAT pada profesi keairanC.2. Perancangan dan perencanaan pengelolaan SDATC.3. Pengelolaan kebutuhanLokasi: Kab. Brebes, Kota Tegal, Kab. Tegal (Slawi), Tahun 2009Latar Belakang:Air sebagai sumber daya alam penunjang kehidupan dan kesejahteraan keberadaannya makin hari makin langka. Pertumbuhan penduduk dan industri di Indonesia dalam dekade terakhir meningkat dengan pesat. Hal ini berakibat pada meningkatnya kebutuhan air baku yang seimbang dengan laju pertumbuhan tersebut. Beberapa permasalahan tentang air baku antara lain: terjadinya penurunan kualitas, kuantitas dan kontinuitas sumber air baku akibat pertumbuhan penduduk,... Read more...
Emisi Gas Rumah Kaca (CO2, CH4, N2O) Pada Budidaya Padi Sistem Of Rice Intensification (SRI) Dan Cara Konvensional Petani Di Petak Tersier untuk mendukung Irigasi Hemat Air sebagai upaya adaptasi perubahan Iklim.
Monday, 08 March 2010
There are no translations available.Lokasi:Daerah Irigasi Ciramajaya, Tasikmalaya, Jawa Barat.Konsep IWRM GWP:C. 3. EFFICIENCY IN WATER USE C.3.1. Improved Efficiency of Use.Lahan  sawah tergenang merupakan sumber beberapa gas rumah kaca (seperti; CO2, CH4, N2O) yang merupakan salah satu penyebab dari Global Warming, padahal  penggenangan pada lahan secara terus menerus dianggap sebagai suatu pemborosan pemakaian sumber daya air. Deskripsi/abstrak:Berkembangnya isu tentang pemanasan global (Global warming) dari sektor pertanian saat ini mendapat perhatian yang serius dari pemerintah karena  kerusakan lingkungan yang sudah mengkhawatirkan. Lahan sawah merupakan sumber beberapa gas rumah kaca (GRK), seperti CO2, CH4, N2O yang memiliki peranan penting terhadap pemanasan bumi. Pada umumnya sebagian besar petani di Indonesia masih menggunakan budidaya padi cara konvensional dengan cara menggenang, sehingga menyebabkan pemborosan air irigasi. System of Rice Intensification (SRI)... Read more...
Memahami (untuk mengatasi) Kehilangan Air PAM Jakarta
Monday, 08 March 2010
There are no translations available.Gambaran Umum : Kehilangan  air  dapat  dilihat  dari  dua  sisi:  dari  sisi  kehilangan  itu  sendiri  dan  dari  sisi  jika  tidak kehilangan.  Pemahaman  dua  dimensi  ini  memberikan  kita  gambaran  bahwa  kehilangan  air merupakan wanprestasi dari  suatu proses pelayanan air secara keseluruhan. Ini penilaian dari  sisi kehilangan  air.  Sementara  dari  sisi  jika  tidak  kehilangan  memberikan  nilai  bahwa  ada  hak  publik yang diambil yang seharusnya ada. Dimensi ganda ini membuat pemahaman tentang kehilangan air menjadi sebuah kata kunci dalam pemahaman arti penting NRW pada pelayanan air bersih. Jakarta  sedang  dihadapkan  pada  kondisi  yang  kritis  terkait  dengan  pengelolaan  sumber  daya  air. Pelayanan  bersih  perpipaan  yang  memenuhui  standar,  efisien  dan  menyeluruh  untuk  seluruh wilayah  kota  sangat  mendesak  untuk  diwujudkan  segera.  Semakin ... Read more...
Selamat Datang di Web Kemitraan Air Indonesia
Sekilas Kemitraan Air Indonesia
Written by Administrator   
Saturday, 07 July 2007 16:54
There are no translations available.

Air adalah sumber daya karunia Tuhan Yang Maha Esa yang sangat vital untuk kehidupan manusia dan keberlanjutan fungsi ekosistem, maka air merupakan aset publik yang harus dikelola dengan pendekatan partisipatif. Pengelolaan sumber daya air perlu diselenggarakan dengan adil, efisien, berkelanjutan, dengan menghargai nilai-nilai sosial, ekonomi, lingkungan, secara terpadu. Di Indonesia kelangkaan air, bencana banjir, dan pencemaran air sudah berada pada ondisi kritis yang merugikan kehidupan manusia dan keberlanjutan fungsi ekosistem.
 
Untuk dapat keluar dari permasalahan tersebut diperlukan keterpaduan upaya dari seluruh pemilik kepentingan   (stakeholders)  baik unsur pemerintah, dunia usaha aupun masyarakat. Kegiatan pengelolaan sumber daya air adalah kegiatan antarsektor, antarwilayah, dan menyangkut seluruh individu dalam masyarakat, sehingga seluruh lembaga dalam masyarakat sudah semestinya terlibat didalamnya.

Kemitraan berprinsip pada kesetaraan, keterbukaan, dan saling memperoleh manfaat, merupakan kunci keberhasilan dalam perencanaan dan pelaksanaan pengelolaan aset publik tersebut.

Dalam rangka pelaksanaan konsensus yang dihasilkan pada Forum Air Indonesia II  pada tanggal 22 Maret 2002, maka dibentuklah ‘Kemitraan Air Indonesia’ sebagai Sekretariat penyelenggara Forum Air Indonesia yang berperan sebagai:
  1. Organisasi jejaring (networking) antarpemilik kepentingan sumber daya air baik unsur pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat yang sepakat untuk menerapkan prinsip Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu.
  2. Organisasi “independent global networking” yang peduli terhadap permasalahan pengelolaan sumber daya air pada tingkat regional maupun internasional.
Anggaran Dasar KAI pertama kali disyahkan pada tanggl 24 Juli 2007 dan direvisi pertama kali pada tanggal 9 November 2007.
Last Updated on Wednesday, 10 June 2009 07:32
 
MONTHLY REPORT - Dec&Jan
Thursday, 11 March 2010 08:54
There are no translations available.

On 9 December 2009 Indonesia Water Partnership organized Multi stakeholders dialogue on Role Sharing and Coordination in WRM , as a peak event after two rounds of smaller scale meetings addressing the subject. The dialogue was held in Sapta Taruna Hall of Ministry of Public Works and attended by 59 participant from all water resources sectors.

Conclusion of the dialogue :

  • When positive progress have been achieved, there is a clear need to continuously develop commong perception and interpretation on the implementation of Water Resources Law and the related legislations at river basin level;
  • It is also very important to accelerate the development of strategic plans for river basin water resources development and management, and to accelerate the formation of River Basin Councils in all river basins in the country not later than 2010 ;
  • Considering the maginitude of challenges to implement IWRM related to the size of the country and the rising demands it is important to study the necessity of restructuring water management organization nationally. It is indicated that IWRM can be implemented more effectively if some functions presently spread in different Ministries can be integrated under one new Ministry of Water Resources. It is expected that a more definitive recommendation can be prepared for the preparation of a new Cabinet Government in 2014.
 
Kalbar Minta Penegasan Komitmen Kompensasi Perubahan Iklim
There are no translations available.

Pontianak (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan meminta ketegasan dari negara industri mengenai komitmen kompensasi untuk daerah pemilik hutan pada pertemuan tentang perubahan iklim dan pemanasan global di Los Angeles, Amerika Serikat, minggu depan.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Kalbar Darmawan di Pontianak, Jumat, mengatakan bahwa selama ini sudah banyak skema tentang pemberian kompensasi untuk daerah yang dapat menyerap karbon.

"Ada skema perdagangan karbon, tetapi sampai sekarang teknis pelaksanaannya belum jelas, misal penyaluran dalam bentuk korporat," kata Darmawan.

Gubernur Kalbar Cornelis diundang Gubernur California Arnold Schwarzenegger ke Los Angeles pada 30 September - 2 Oktober 2009 untuk menghadiri kegiatan "Governors Global Climate Summit".

Read more...
 
Regional Workshop On River Basin Organisation And Management
Written by Administrator   
Wednesday, 05 August 2009 13:06
There are no translations available.

Regional Workshop On River Basin Organisation And Management in Yogyakarta Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

This was the first regional event executed by GWP SEA, in the last 2 years. It is the region’s early attempt to strategically position itself in relation to regional water management issues is the region.

The workshop is aimed as a multistatekeholder platform for countries in SEA to share information and exchange experiences on the technical and administrative, socio-political complexities informing the operation and management of RBOs. Indonesia Water partnership with the cooperation of leading Partners in Department of Public Works of Indonesia and other partners hosted this Regional river basin organization and management event. Indonesia NARBO shared technical information based on their experiences.

Last Updated on Wednesday, 07 October 2009 17:28
Read more...
 
Welcome to E-conference
There are no translations available.

E-conference
on
Integrated Land and Water Resources Management in Rural Watersheds

2 November - 4 December 2009
Organized by: FAO Regional Office for Asia and the Pacific


1. Background

Rapid degradation of rural watersheds in the Asia-Pacific has been a major concern of the governments and civil societies in the region. Segmented management of land and water resources is one of the root causes, greatly exacerbated by a “domino effect” from continuous population growth with associated increased food, fuels and water requirements, changing pressures on land from biofuels and increased demands for protein-rich diets, as well as anticipated adverse impacts of climate change in the coming decades. The outcome is land and water scarcity, particularly of better quality land and more accessible and (in the past) naturally renewed water supplies. In response, the immediate need is the wider promotion and uptake of integrated land and water resource management with a focus on rural watersheds to ensure their sustainability while improving local livelihoods. For this purpose, the Regional Office for Asia and the Pacific of the Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO-RAP), in partnership with concerned development partners, is organizing an E-conference on Integrated Land and Water Resources Management in Rural Watersheds.

Read more...
 
Copyright © 2009 Kemitraan Air Indonesia. All Rights Reserved.Powered by Joomla!
Kemitraan Air Indonesia disiapkan oleh Bpiliang | Template Praise
Komp. Dep. PU Jl. Pattimura No. 20 Kav. 7 Gd. IX Lt. Dasar, Kebayoran Baru - Jakarta Selatan
Telp. 021-739 8604, 7396616 ext. 635 Fax. 021-739 8604